di penjuru waktu itu
ingin sekali aku menawan waktu itu
menjerat memerangkap tak terlihat
pada liku-liku jalanan yang terbiasa
lantas berlalu dengan rasa bahagia
dengan wajah berseri bersinar cahaya
mata
mengheret ke ruang gelap tak berpintu
menyonsong ke ruang jendela tidak
bertirai
dalam kepekatan dan kedinginan malam
tanpa lemparan seraut semanis
senyuman
aku menghantar waktu kepada ketiadaan
membuangnya...
pergi tanpa sepatah ungkapan
diam
membisu...
berhadapan dengan pencari
waktu
pengejar pemburu waktu
penentu pengatur pencatat waktu
penunggu penjaga waktu
aku terdiam
membatu
bila mereka memaksaku
mendesak
menangis merengek
memohon dengan penuh kepiluan
apakah masih ada pertimbangan
apakah masih ada pertimbangan
bila aku menjadi hiba
bila air mata tak tertahankan
tak terbendung dan menitis di hujung
kakiku
biarkan saja begitu tangisnya
biarkan saja rasa hiba penuhi hati
biarkan saja air mata menitis
membasahi kaki
lalu diam kembali membisu
pergi mencari jalan pulang
memeriksa jerat tak terlihatkan
apakah
keberhasilannya ada lagi di situ...
kerana deminya detik itu
kitalah yang sering leka
pada penghujung penjuru sepi
demi waktu yang berlalu pergi
antara redha dan ikhlas di hati...
nuremyinda

No comments:
Post a Comment