Thursday, May 31, 2012

Pelangi  itu  pasti  akan  menjelma... 
(dedikasi  buat  saudaraku  di  bumi  anbiya  khususnya...
                                                                              dan  tanahairku  yang  tercinta) 


Ketabahan ini
usah disangsi
keluhuran ini
jangan diragui
kesetiaan ini
usah dipersoal lagi
keamanan ini
jangan sesekali dikau cemari
anak bangsa ini jangan diadili
kedaulatan ini jangan lagi dihakimi.
Jika keraguan masih menebal di hati
jika hitam hatimu tidak diubati
biarpun dendam kesumatmu
bergumpal kebencian
semarak melitupi
persetankan! 
tiada langsung aku peduli

Sesungguhnya,
Bumi hijau yang ku pijak
Langit biru yang ku junjung ini
Adalah maruah aku dan pertiwi
Yang pasti tetap dipertahan
Biarpun aku dan kami
harus mendukung kata amanat
harus memegang kata azimat
harus memikul tanggungjawab
tidak sesekali kami berputih mata
biarpun tulang belulang
berserakan gugur putih melata
menyembah bumi yang kami cinta

Sesungguhnya AWAS,
jangan sesekali diimpi
jiwa Umarku  akan lenyap bersemadi
semangat Sumaiyahku akan turut pergi
lantaran,
suatu hari dan ketikanya nanti
apa yang pasti
ufuk pelangi nan indah itu
akan berseri mengintai
dan terus menyinari kembali
tanahair pusaka tinggalan moyangku ini
bumi nan bertuah kurniaan Illahi...



 nuremyinda

Tuesday, May 29, 2012

...live life freely...


Fear not, dear friend
but freely live your days
though lesser lives should suffer
such am I, a lesser life,
that what is His of sky 
gladly would give for you,
and what of praise.
Step, without trouble,
down sunlit ways.
We that have touched your raiment,
are made whole.
from all the selfish cankers of man's soul,
and we would see you happy, dear, or die.
Therefore be brave,
and therefore, dear, be free; 
try all things resolutely,
till the best.
out of all lesser betters,
you shall find;
and we, who have learned greatness from you, 
we, your lovers, with a still, contented mind,
see you well anchored in some port of rest.


nuremyinda

Sunday, May 27, 2012

a  dream,
                      and this shall pass away ...

-countryhouse hotel, newcastle uk-
Dream it was in which I found myself.
And you that hail me now, then hailed me king,
In a brave palace that was all my own,
Within, and all without it, mine; until,
Drunk with excess of majesty and pride,
My thought I towered so big and swelled so wide
That of myself I burst the glittering bubble
Which my ambition had about me blown
And all again was darkness. 
Such a dream as this,
In which I may be walking now,
Dispensing solemn justice to you shadows,
Who make believe to listen; but anon
Kings, princes, captains, warriors, plume and steel,
Hail, even with all your airy theater,
May flit into the air you seem to rend
With acclamations, leaving me to wake
In the dark tower; or dreaming that I wake
From this that waking is; or this and that,
Both waking and both dreaming; such a doubt
Confounds and clouds our mortal life about.
But whether wake or dreaming, this I know
How dream wise human glories come and go;
Whose momentary tenure not to break,
Walking as one who knows he soon may wake,
So fairly carry the full cup, so well
Disordered insolence and passion quell,
That there be nothing after to upbraid
Dreamer or doer in the part he played;
Whether tomorrow's dawn shall break the spell,
Or the last trumpet of the Eternal Day,
When dreaming, with the night, shall pass away. 

 nuremyinda

Thursday, May 24, 2012

sebuah  dedikasi 
                       buat  kalian  dan  anda
                                  Teman  dan  Sahabat ... 
                            hayatilah liriknya...



p/s  antara lagu yang sangat saya minati...menenangkan jiwa. Sesungguhnya padaNyalah tempat kita sepatutnya mengadu...Dia Maha Mendengar dan Maha Memahami...Semoga kita semua sentiasa dalam rahmat kasihNya.

Tuesday, May 22, 2012

... inikah kehidupan

                                                   
Gelandangan menggamit mata
Pandangan memukau rasa
Hati luka terhiris
Pilu sedih sayunya jiwa
Kerikil  bersulam kemelut kehidupan
Pasrah dugaan bersilih ganti 
Sicilik menanggung duka
Pada usia yang masih muda
Adilkah manusia
Kita  dan mereka yang bernama dewasa
Menyepi menyisih
Melangkah pergi
Berlalu membawa diri
Tanpa hirau dan ambil peduli
Tinggallah sicilik berserah diri
Mengharungi kelabunya hari
Setiap saat detik yang berlalu 
Harapannya menggunung tinggi
Tangannya menggapai bintang 
Dinihari yang belum pasti
Cerahnya cahaya 
Apakah akan bersinar kembali 
Kelangsungan hidup
Menuju yang kekal abadi
Atas apapun jua landasan
Kematangan diri
Kedewasaan sebuah manusiawi


nuremyinda 

Friday, May 18, 2012

...secangkir sarbat dingin

 
Jika aku memang sahabatmu,
perlakukanlah aku selayaknya seorang sahabat
sajikanlah aku sarbat dingin ini untuk kita nikmati bersama,
lantas sajian ini pastinya
memang punya pelbagai citarasa,
kekadang  manis kekadang pahit,
namun  harumnya  semerbak menusuk jiwa....
manis, pahitnya bersulam tenangnya yang dirasa.

Jika kau anggap aku sahabatmu,

jangan kau perlakukan aku bagaikan sebatang rokok
hanya akan kau nikmatinya di saat kau inginkan,
setelah abunya bertebaran asap berserakan
puntungnya akan kau campakkan jauh dari pandangan
kini kau takkan perlu lagi rokok yang telah menjadi puntung...
lantaran kau masih boleh menghisap batang-batang rokok yang lain,
yang menyediakan diri untuk kau hisap sedalam-dalam asapnya
yang membiarkan diri untuk kau hembus keluarkan kepulan asapnya
dan akhirnya aku pasti sekali
akan kau campakkan kembali puntungnya jauh-jauh lagi.

Syukran, aku bukanlah sebatang rokok untukmu...
namun, jika sekalipun aku bukannya apa-apa bagi mu
pinta aku janganlah sesekali  aku diganggu
dengan tebaran semerbak sarbat yang kusuka
sesungguhnya itu semua hanyalah sebuah ilusi
biarkan aku nikmati sarbat dingin seorang diri

nikmat tegukannya  perlahan-lahan
rasa manis, pahit dan ketenangan itu
sambil sesekali mengibas asap rokok
yang terkadangkala memedihkan mataku ini.

Aku tidak menginginkan apa-apapun

tidak sesekali  bermaksud apa-apapun
aku hanya ingin  bersama menikmati secangkir sarbat dingin
sambil mendengar rintihan keluh kesah kisahmu,
sambil sesekali aku berlagak bijak
layaknya bak sang merak perindu agung
bertemankan cuma secangkir sarbat dingin
menikmati segala cita dan rasanya
hanya kerana aku ini
seorang yang bernama sahabat...

 
nuremyinda

Wednesday, May 16, 2012

SELAMAT  HARI   GURU 
(dedikasi khas buat guru2ku yang tercinta
                                   Jasa budi kalian amat ku hargai dan sentiasa ku kenang)
  
                                          TERIMA KASIH CIKGU! 

BERBURU ke padang datar
Dapat rusa berbelang kaki
Berguru kepalang ajar
Ibarat bunga kembang tak jadi
Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum jadi dewasa.
Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetiaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.
Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.
Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di Ibu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakili seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.
Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulangi ilmu
Panggilan keramat “cikgu” kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.

USMAN  AWANG  - 1979

Sunday, May 6, 2012

Izinkan  aku…
Keukenhof, The Netherlands
Kekadang terlintas di benak ini
perlukah mata ini jika sekadar untuk
menyaksikan kesengsaraan di depan mata
perlukah tangan ini sekadar untuk
melakukan kemusnahan kerosakan pada dan apapun jua
perlukah hati dan jiwa ini
menerima segala kepedihan dan  kedukaan yang menimpa
Namun yang jelas  segalanya itu adalah misteri yang aku terokai
Dan yang pasti dan tanpa sesekali perlu meragui
aku harus mensyukuri setiap nikmat dan kurnia yang aku perolehi
Lantaran...
segala keindahan,  kehangatan dan keakraban alam
pepohon dan rerumput
sering menyambutku dengan tarian
kerikil-kerikil kecil 
sering tersenyum melihatku datang
sentuhan hangat sang mentari yang menyinari
bisikan mesra sang angin yang bersiul menggoda
desahan genit sang  bayu yang menggiur rasa
tatapan sang bulan dan bintang yang tenang menemani
Tuhan… betapa indahnya semua ciptaan Mu ini,
Izinkan aku bercekerama dengan mereka
di bawah naungan salah satu langit Mu yang biru
Untuk aku terus menerus menerima mensyukuri
setiap kenikmatan dan kesempurnaan hidup yang telah aku peolehi
Yang telah dengan limpahan rahmat kasihMu
Kau  terus menganugerahi…

Alhamdulillah Ya Rabbi…


nuremyinda Mei2012

Saturday, May 5, 2012

Something  to  ponder ...

Humanity  has  failed  when  a  bullet  symbolizes  peace...
We go to war..for God, for glory...
                                                  but what do we fight for ?

Tuesday, May 1, 2012


Rentak  Pentas

Dikatakan dunia sebuah pentas
Jika pentas -  siapakah  pelakunnya?
Jika pelakun -  siapakah penulis skripnya?
Dikatakan manusia itu pelakunnya
Skrip itu bahasa dirinya
Pelbagai watak pelbagai ayatnya
Pelbagai bahasa pelbagai ekspresinya
Pelbagai emosi pelbagai citarasanya
Di akhir kesudahan pementasan ini
Kita semua sesama  menilainya
Kita semua  sesama renunginya
Apakah tenangnya hati
Apakah gundahnya naluri
Sesungguhnya  di sebalik tirai pementasan itu
Hanya si empunya diri yang dapat mengetahui
Putih hitamkah kehidupan ini
Tidak  mungkin dapat kita memilih 
Tidak mungkin dapat kita hindari
Lantaran segalanya tertulis sejak azali
Walaupun kita berusaha  tidak hanya berserah diri
Sesungguhnya itulah rencana ketentuan Illahi
Sesamalah kita terima, sesama kita meredhai
Yang pasti
Kita manusia punya nilai dan harga diri
Yang perlu saling hormat-menghormati
Itulah cerminan pekerti kita 
Rentak tari seorang manusiawi...

nuremyinda12