Tuesday, November 27, 2012

Epilog  sepi  di bumi  anbiya...

 

Demi tanah jajahan yang kau damba
Kau menyerang menerpa segala
Dengan senjata pelbagai tak terbilang
Mortar phosphorus berapi kau lemparkan
Serangan demi serangan kau majukan
Bumi anbiya mursalin yang suci kau cemarkan
Bila akan berkesudahan, bila akan berhenti
Membunuh menyiksa sewenang hati
Mana hilangnya perikemanusiaan, manusiawi
Berselerakan mati mereka yang tidak berdosa
Wanita dan orangtua terbujur di hujung senjata
Anak-anak kecil kehilangan tempat bermanja
Bagimu zionis semua itu bahan tawa dan suka
Bagimu zionis sikap rakus kehaiwananmu kejam tak terkata
Namun kau zionis yang bongkak ego, leka dan lupa
AlQuran terang-terangan telah tercatat firman Allah Taala
Bangsamu dilaknat  Allah Yang Lebih Berkuasa

 
Anak-anak Gaza semangatmu tak luntur semudah yang dijangka
Penderitaan sengsara bagimu sudah menjadi biasa
Sifat juangmu bertemankan ribuan malaikat bertasbih pada yang Esa
Perjuangan mu tidak pernah takut gentar akan mati
Kalian dirindukan para penghuni saujana langit yang dihuni
Kematianmu menyebarkan wangian syuhada’ yang rebah ke bumi
Kematian kalian dijanji kemuliaan di alam yang abadi
Namun kau Zionis la'natullah matimu penuh hina dan dikeji
Sesungguhnya kalian bangsa yang terus merempat tercari-cari
Sejajar tanah untuk kau hidup berkembang menguasai
Sayangnya itu semua tak akan dapat kau perolehi, kecapi
Perintah Allah langsung tidak pernah kau akur dan patuhi
Janganlah sesekali berharap dan terus bermimpi…
Ya Rabbi Kau selamatkanlah anak-anak Gaza ini
Mudah-mudahan bumi anbiya ini kembali menyeri
Masjid Al Aqsa tetap kekal teguh gah berdiri… 
 

Telah satu abad bumi Israk dan Mikraj dilanyak musuh durjana
telah satu abad bumi anbiya dihujani peluru tidak bermata
telah satu abad umat Islam di situ dihalau merata-rata
wajarkah dunia diam membisu seribu bahasa?
wajarkah dunia berpeluk tubuh, tidak mempeduli seolah-olah si buta?
persoalan ini  terjawab bagi sekalian mereka
yang punya akal minda berhati berjiwa
fitrahnya seorang hamba yang bernama manusia...

nuremyinda

4 comments:

  1. Saudari nuremyinda

    very good puisi. terusla menulis.

    ReplyDelete
  2. Ada hikmah sajak terdelete hari tu kerana emyinda dapat buat sajak yg lbh baik dr hr itu...tahniah...semoga usaha ini diterskan.

    ReplyDelete
  3. Saudara Royalputra300 dan saudara Canang,

    Terima kasih banyak atas galakan yang diberikan. InsyaAllah, selagi ilham datang bertandang...

    ReplyDelete