Epilog sepi di bumi anbiya...
Demi
tanah jajahan yang kau damba
Kau
menyerang menerpa segala
Dengan
senjata pelbagai tak terbilang
Mortar
phosphorus berapi kau lemparkan
Serangan
demi serangan kau majukan
Bumi
anbiya mursalin yang suci kau cemarkan
Bila akan
berkesudahan, bila akan berhenti
Membunuh
menyiksa sewenang hati
Mana hilangnya perikemanusiaan, manusiawi
Mana hilangnya perikemanusiaan, manusiawi
Berselerakan
mati mereka yang tidak berdosa
Wanita
dan orangtua terbujur di hujung senjata
Anak-anak
kecil kehilangan tempat bermanja
Bagimu
zionis semua itu bahan tawa dan suka
Bagimu zionis
sikap rakus kehaiwananmu kejam tak terkata
Namun kau
zionis yang bongkak ego, leka dan lupa
AlQuran
terang-terangan telah tercatat firman Allah Taala
Bangsamu
dilaknat Allah Yang Lebih Berkuasa
Anak-anak Gaza semangatmu tak
luntur semudah yang dijangka
Penderitaan sengsara bagimu sudah
menjadi biasa
Sifat juangmu bertemankan ribuan
malaikat bertasbih pada yang Esa
Perjuangan mu tidak pernah takut
gentar akan mati
Kalian
dirindukan para penghuni saujana langit yang dihuni
Kematianmu menyebarkan wangian syuhada’ yang rebah ke bumi
Kematianmu menyebarkan wangian syuhada’ yang rebah ke bumi
Kematian
kalian dijanji kemuliaan di alam yang abadi
Namun kau Zionis la'natullah matimu penuh hina dan dikeji
Namun kau Zionis la'natullah matimu penuh hina dan dikeji
Sesungguhnya
kalian bangsa yang terus merempat tercari-cari
Sejajar
tanah untuk kau hidup berkembang menguasai
Sayangnya
itu semua tak akan dapat kau perolehi, kecapi
Perintah
Allah langsung tidak pernah kau akur dan patuhi
Janganlah
sesekali berharap dan terus bermimpi…
Ya Rabbi
Kau selamatkanlah anak-anak Gaza ini
Mudah-mudahan
bumi anbiya ini kembali menyeri
Masjid Al
Aqsa tetap kekal teguh gah berdiri…
Telah satu abad bumi Israk dan Mikraj dilanyak musuh durjana
telah satu abad bumi anbiya dihujani peluru tidak bermata
telah satu abad umat Islam di situ dihalau merata-rata
wajarkah dunia diam membisu seribu bahasa?
wajarkah dunia berpeluk tubuh, tidak mempeduli seolah-olah si buta?
persoalan ini terjawab
bagi sekalian mereka
yang punya akal minda berhati berjiwa
fitrahnya seorang hamba yang bernama manusia...
yang punya akal minda berhati berjiwa
fitrahnya seorang hamba yang bernama manusia...
nuremyinda

Saudari nuremyinda
ReplyDeletevery good puisi. terusla menulis.
Ada hikmah sajak terdelete hari tu kerana emyinda dapat buat sajak yg lbh baik dr hr itu...tahniah...semoga usaha ini diterskan.
ReplyDeleteSaudara Royalputra300 dan saudara Canang,
ReplyDeleteTerima kasih banyak atas galakan yang diberikan. InsyaAllah, selagi ilham datang bertandang...
GOOD GOOD GOOD
ReplyDelete