1957...setelah waktu itu ...
sang suria menggaris langit
berselang jingga seri mewarnai
saujana pandangan luas terbentang
saujana pandangan luas terbentang
tertawan hati memukau mata
terus kuamati keindahan maya
alangkah indahnya senja itu
panoramanya sungguh menggamit rasa
deruan ombak berlumba mengejar
habuan halwa telinga yang mendengar
habuan halwa telinga yang mendengar
silih berganti berlalu pergi
meninggalkan kerikil karang di pasir
sekali ombak memukul membadai
pasti berubah lagilah wajah pantai
meninggalkan kerikil karang di pasir
sekali ombak memukul membadai
pasti berubah lagilah wajah pantai
angin lalu yang menghembus menyapa
lembutnya alunan sepoi bahasa
membisik sayu membelai cinta
menyeru meruntun jiwa yang lara
membisik sayu membelai cinta
menyeru meruntun jiwa yang lara
mengharap kehadiranmu
ke pangkuan ibunda tercinta
pulanglah...
pulanglah...
anak bangsa pewaris budaya
kerinduan ini terus kian menebal
tidak semudah itu lenyap sepi ditelan badai
pulanglah wahai anak-anak perantau
menyambut kemenangan sebuah bangsa
laungan megahnya negaraku bebas merdeka!
warisan tinggalan keringat darah dan airmata
pahlawan pejuang gugur berkorban dan terkorban
menebus jati, maruah dan kedaulatan
menebus jati, maruah dan kedaulatan
tanpa mengharap sekelumit balas dan ganjaran
Setelah waktu itu
Kau tetap kekal teguh di hati
Kau tetap kekal teguh di hati
Malaysia ini Negaraku
Bertatih, berjalan langsung berlari
Menuju gerbang era globalisasi
Bertatih, berjalan langsung berlari
Menuju gerbang era globalisasi
Semoga terus berdiri gah dan maju
seiring laungan yang satu
seiring laungan yang satu
bersama bangsa bermaruah jitu
MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!
MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!
MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA!
nuremyinda

No comments:
Post a Comment