Wednesday, May 16, 2012

SELAMAT  HARI   GURU 
(dedikasi khas buat guru2ku yang tercinta
                                   Jasa budi kalian amat ku hargai dan sentiasa ku kenang)
  
                                          TERIMA KASIH CIKGU! 

BERBURU ke padang datar
Dapat rusa berbelang kaki
Berguru kepalang ajar
Ibarat bunga kembang tak jadi
Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum jadi dewasa.
Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetiaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.
Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa sahaja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.
Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di Ibu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakili seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.
Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulangi ilmu
Panggilan keramat “cikgu” kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.

USMAN  AWANG  - 1979

Sunday, May 6, 2012

Izinkan  aku…
Keukenhof, The Netherlands
Kekadang terlintas di benak ini
perlukah mata ini jika sekadar untuk
menyaksikan kesengsaraan di depan mata
perlukah tangan ini sekadar untuk
melakukan kemusnahan kerosakan pada dan apapun jua
perlukah hati dan jiwa ini
menerima segala kepedihan dan  kedukaan yang menimpa
Namun yang jelas  segalanya itu adalah misteri yang aku terokai
Dan yang pasti dan tanpa sesekali perlu meragui
aku harus mensyukuri setiap nikmat dan kurnia yang aku perolehi
Lantaran...
segala keindahan,  kehangatan dan keakraban alam
pepohon dan rerumput
sering menyambutku dengan tarian
kerikil-kerikil kecil 
sering tersenyum melihatku datang
sentuhan hangat sang mentari yang menyinari
bisikan mesra sang angin yang bersiul menggoda
desahan genit sang  bayu yang menggiur rasa
tatapan sang bulan dan bintang yang tenang menemani
Tuhan… betapa indahnya semua ciptaan Mu ini,
Izinkan aku bercekerama dengan mereka
di bawah naungan salah satu langit Mu yang biru
Untuk aku terus menerus menerima mensyukuri
setiap kenikmatan dan kesempurnaan hidup yang telah aku peolehi
Yang telah dengan limpahan rahmat kasihMu
Kau  terus menganugerahi…

Alhamdulillah Ya Rabbi…


nuremyinda Mei2012

Saturday, May 5, 2012

Something  to  ponder ...

Humanity  has  failed  when  a  bullet  symbolizes  peace...
We go to war..for God, for glory...
                                                  but what do we fight for ?

Tuesday, May 1, 2012


Rentak  Pentas

Dikatakan dunia sebuah pentas
Jika pentas -  siapakah  pelakunnya?
Jika pelakun -  siapakah penulis skripnya?
Dikatakan manusia itu pelakunnya
Skrip itu bahasa dirinya
Pelbagai watak pelbagai ayatnya
Pelbagai bahasa pelbagai ekspresinya
Pelbagai emosi pelbagai citarasanya
Di akhir kesudahan pementasan ini
Kita semua sesama  menilainya
Kita semua  sesama renunginya
Apakah tenangnya hati
Apakah gundahnya naluri
Sesungguhnya  di sebalik tirai pementasan itu
Hanya si empunya diri yang dapat mengetahui
Putih hitamkah kehidupan ini
Tidak  mungkin dapat kita memilih 
Tidak mungkin dapat kita hindari
Lantaran segalanya tertulis sejak azali
Walaupun kita berusaha  tidak hanya berserah diri
Sesungguhnya itulah rencana ketentuan Illahi
Sesamalah kita terima, sesama kita meredhai
Yang pasti
Kita manusia punya nilai dan harga diri
Yang perlu saling hormat-menghormati
Itulah cerminan pekerti kita 
Rentak tari seorang manusiawi...

nuremyinda12

Sunday, April 29, 2012

Renungi  dan  hayatilah ...


BERSIHkan  hati  dan  bukalah  minda  kita ... lihat, hayati  dan  nilailah  dengan  matahati . Di situlah  pundak keintelektualan  diri ...


"Dan hendaklah kamu bertolong-tolongan untuk membuat kebajikan dan bertaqwa, dan janganlah kamu bertolong-tolongan pada melakukan dosa (maksiat) dan pencerobohan. Dan bertaqwalah kepada Allah, kerana sesungguhnya Allah Maha Berat azab seksaNya (bagi sesiapa yang melanggar perintahNya) ".

Thursday, March 1, 2012

Dedikasi  buat  seorang  Pahlawan - Perwira  Bangsa,
LT  KOL  HABIBULLAH  BIN  ISMAIL
(kembali ke rahmatullah pada 6 Jan 2012 ketika masih berkhidmat di bawah misi PBB di Lubnan) 


Perginya Habib tak diduga sama sekali,
Perginya Habib tak dipinta semua yang menyayangi,
Perginya Habib sudah pastinya ditangisi.
Hilangnya Habib pasti dirindui setiap yang mengenali,
Hilangnya Habib; bunga bangsa yang rebah ke bumi
Pulangnya Habib mengadap Tuan Pencipta empunya diri
Kembalinya Habib dijemput Ya Rabbi Illahi
Tersenyumlah roh dan jasad Habib yang dibawa pergi
Lantaran budi, jasa bakti mu Habib semerbak mewangi…
Sesungguhnya Habib – dikau sebutir Permata Jauhari
Habib kau pergi kerana Allah Yang Lebih Menyayangi…
Innalillahiwainnalilahhirojiun...
Kami meredhai…
Semoga roh jasad Allahyarham Habib
Tenang bersama, diam bersemadi
Di sisi golongan mujahidin dan solihin…
Aman damai di sana - Alam yang Hakiki…
Lt Kol Habibullah bin Ismail – nama ini pasti teguh terpetri
Dalam organisasi military dan setiap insan perwira yang pernah kau lewati…
KAUlah antara WIRA NEGARA YANG TIDAK PERNAH DIDENDANGKAN SEBELUM INI…
AL- FATIHAH…itulah yang pasti dan termampu - Doa untukmu kami semua iringi…

nuremyinda12

Tuesday, February 14, 2012

14  Feb...Valentines  Day  @  RAMD  Lieutenant  Adnan  bin Saidi  and  his  Men ... "A  Kekasih"...

These heroes set an example of steadfastness and endurance which 
will become a great tradition in the Regiment and an inspiration 
for the future generations.
Between 13 and 14 February 1942, Singapore witnessed one of its fiercest battles ever known in her history. Amongst those who fought valiantly in that Battle for Pasir Panjang and lost their lives was a 27 year-old infantry officer, Lieutenant Adnan bin Saidi. Adnan Saidi and his 42-man contingent from the 1st and 2nd Battalion of the Malay Regiment fought fearlessly to defend Pasir Panjang Ridge. The ferocious fight put up by the Malay Regiment came for special mention in Lieutenant General A.E. Percival’s Despatch on the Operations of Malaya Command from 8th December 1941 to 15th February 1942.

The values that we have learnt from Lieutenant Adnan are : - A brave person - A good leader - Respect one another -Willing to die for own country - Perseverance - Determine - Fight for what is right - Lookout for one another - Fair - Never compare one another. He adopted a motto for his platoon - death before dishonour.

These heroes set an example of steadfastness and endurance which will become a great tradition in the Regiment and an inspiration for the future generations. The heroic patriotism of Lieutenant Adnan bin Saidi and his Malay Infantry Brigade will be hard to forget. Those spirits will be our common memories of the past and an inspiration for our future generations. May ALLAH forgives their sins and makes them rest in peace till Day of Judgement.. Amin.. All praise and thanks are due to ALLAH s.w.t., and peace and blessings be upon His Messenger Rasulullah s.a.w. Amin.. Ya Rabbal Al Amin.. 
 
p/s   dari  menyambut sambutan yang tiada kena mengena dengan kita lebih baik pada 14 Februari kita sedekahkan Al-Fatihah kepada Leftenan Adnan Saidi  dan rakan2 nya yang telah terkorban pada  hari ini demi mempertahankan maruah bangsa dan tanahair...Semoga roh mereka dicucuri rahmat.... Amin.