Sunday, April 29, 2012

Renungi  dan  hayatilah ...


BERSIHkan  hati  dan  bukalah  minda  kita ... lihat, hayati  dan  nilailah  dengan  matahati . Di situlah  pundak keintelektualan  diri ...


"Dan hendaklah kamu bertolong-tolongan untuk membuat kebajikan dan bertaqwa, dan janganlah kamu bertolong-tolongan pada melakukan dosa (maksiat) dan pencerobohan. Dan bertaqwalah kepada Allah, kerana sesungguhnya Allah Maha Berat azab seksaNya (bagi sesiapa yang melanggar perintahNya) ".

Thursday, March 1, 2012

Dedikasi  buat  seorang  Pahlawan - Perwira  Bangsa,
LT  KOL  HABIBULLAH  BIN  ISMAIL
(kembali ke rahmatullah pada 6 Jan 2012 ketika masih berkhidmat di bawah misi PBB di Lubnan) 


Perginya Habib tak diduga sama sekali,
Perginya Habib tak dipinta semua yang menyayangi,
Perginya Habib sudah pastinya ditangisi.
Hilangnya Habib pasti dirindui setiap yang mengenali,
Hilangnya Habib; bunga bangsa yang rebah ke bumi
Pulangnya Habib mengadap Tuan Pencipta empunya diri
Kembalinya Habib dijemput Ya Rabbi Illahi
Tersenyumlah roh dan jasad Habib yang dibawa pergi
Lantaran budi, jasa bakti mu Habib semerbak mewangi…
Sesungguhnya Habib – dikau sebutir Permata Jauhari
Habib kau pergi kerana Allah Yang Lebih Menyayangi…
Innalillahiwainnalilahhirojiun...
Kami meredhai…
Semoga roh jasad Allahyarham Habib
Tenang bersama, diam bersemadi
Di sisi golongan mujahidin dan solihin…
Aman damai di sana - Alam yang Hakiki…
Lt Kol Habibullah bin Ismail – nama ini pasti teguh terpetri
Dalam organisasi military dan setiap insan perwira yang pernah kau lewati…
KAUlah antara WIRA NEGARA YANG TIDAK PERNAH DIDENDANGKAN SEBELUM INI…
AL- FATIHAH…itulah yang pasti dan termampu - Doa untukmu kami semua iringi…

nuremyinda12

Tuesday, February 14, 2012

14  Feb...Valentines  Day  @  RAMD  Lieutenant  Adnan  bin Saidi  and  his  Men ... "A  Kekasih"...

These heroes set an example of steadfastness and endurance which 
will become a great tradition in the Regiment and an inspiration 
for the future generations.
Between 13 and 14 February 1942, Singapore witnessed one of its fiercest battles ever known in her history. Amongst those who fought valiantly in that Battle for Pasir Panjang and lost their lives was a 27 year-old infantry officer, Lieutenant Adnan bin Saidi. Adnan Saidi and his 42-man contingent from the 1st and 2nd Battalion of the Malay Regiment fought fearlessly to defend Pasir Panjang Ridge. The ferocious fight put up by the Malay Regiment came for special mention in Lieutenant General A.E. Percival’s Despatch on the Operations of Malaya Command from 8th December 1941 to 15th February 1942.

The values that we have learnt from Lieutenant Adnan are : - A brave person - A good leader - Respect one another -Willing to die for own country - Perseverance - Determine - Fight for what is right - Lookout for one another - Fair - Never compare one another. He adopted a motto for his platoon - death before dishonour.

These heroes set an example of steadfastness and endurance which will become a great tradition in the Regiment and an inspiration for the future generations. The heroic patriotism of Lieutenant Adnan bin Saidi and his Malay Infantry Brigade will be hard to forget. Those spirits will be our common memories of the past and an inspiration for our future generations. May ALLAH forgives their sins and makes them rest in peace till Day of Judgement.. Amin.. All praise and thanks are due to ALLAH s.w.t., and peace and blessings be upon His Messenger Rasulullah s.a.w. Amin.. Ya Rabbal Al Amin.. 
 
p/s   dari  menyambut sambutan yang tiada kena mengena dengan kita lebih baik pada 14 Februari kita sedekahkan Al-Fatihah kepada Leftenan Adnan Saidi  dan rakan2 nya yang telah terkorban pada  hari ini demi mempertahankan maruah bangsa dan tanahair...Semoga roh mereka dicucuri rahmat.... Amin. 

Sunday, January 1, 2012

Sederap Langkah Pembela Pertiwi…

Udara… segar… nyaman tak terhirup deria hidu kita
Saujana  luasnya keindahan tak terjangkau pandangan mata
Percikan api semarak membakar,  memusnah
Berdentum dentam  gempitanya suasana 
Bergelimpangan kaku terbujur layu 
Darah semerah saga mengalir tiada hentinya
Inikah kesudahannya apa yang dicita?


Siang terus berganti malam
Mahukah kita cuma berserah saja 
Sekadar menadah tangan cuma
Menggapai longlai menggamit
Mengemis bantuan simpati
Berdoa semata dari Yang Maha Esa
Tanpa berbuat apa-apa

Wahai anak bangsaku
Terpahat sudah jolokan namamu
Pantang berundur Pahlawan Melayu
Bangunlah kembali dari lena panjangmu
Cukuplah sekadar di situ
Walau apapun lamunan dan igauanmu

Ayuh...Serikanlah persada ibunda ini
Dengan gerak tari pergerakanmu
Setiap satu langkah beranimu
Aku yakin dan pasti
Petualang pengkhianat ibunda tercinta ini
Akan lenyap ditelan dimamah bumi

Wahai anak bangsaku,
Sederap hentakan kakimu
Gagah melangkah membina kubu
Pertahankanlah maruah dan harga diri
Negara bangsa dan jati diri
Sesungguhnya mendapatkan keamanan ini
Tidak semudah yang diharap dan diimpi
andai kita terus alpa dan lupa
pada bumi yang kita pijak,
dan langit yang kita junjung ini

Wahai PAHLAWAN anak bangsaku
Ayuh tetap bersama  -  bersiapsiagalah
setiap keikhlasan budi dan pengorbanan
setitis aliran  darah keringatmu
ternanti ganjaran yang bakal mewangi
yang tak terjangkau di minda
tak terlintas di hati
perjuangan luhur kalian 
tanpa balasan yang dipinta 
pasti di sanjungi
pasti jua diredhai
sesungguhnya semua
adalah anugerah Illahi… 
Kalianlah Pahlawan Terbilang
Perwira Tonggak Pertiwi

 ...nuremyinda12...
 
This nation will remain the land of the free
only so long as it is the home of the brave...

Friday, December 30, 2011

Maafkan saya,
                         cuma sekadar tumpang bertanya...

Siapa dan apakah kita ?
Terkapai , tercari dan mencari...
Manakah Hang Tuahnya kita ?
Manakah Hang Jebatnya kita ?
Manakah perginya ukhwah lima bersaudaranya kita ?

Di manakah hilangnya nilai Melayunya kita
Di manakah  hilangnya  suara lantangnya kita
Di manakah hilangnya  jiwa pahlawannya kita
Di manakah adab sembah daulatnya Raja kita 

Sesungguhnya;
Si Tanggang tidak lagi bertapak di bumi nyata
SiTanggang bukan lagi yang mengenang budaya
SiTanggang bukan lagi nakhoda yang boleh dibangga 
SiTanggang bukan lagi harapan ibunda

Jika inilah segalanya tentang kita
Maka...
Awas !
Bukalah mata dan minda wahai bangsaku
Bukan segalanya 'Malaysiaku boleh'
Amatilah resolusi 1 transformasi
Yang 'celik' pasti akan dapat fahami 
Sesungguhnya lalai, alpa dan lekanya kita
Jangan sampai anak cucu kelak akan terus merana
Jangan sampai anak cucu kelak akan terus menangis 
Ketuanan bangsanya yang semakin terhakis


Permasaalahannya...

Sudah cukup meLAYUkah kita ?
Sudah cukup PINTAR dan PERMATAkah kita ?
Isu peniaga Melayu di 'metro city',
Isu Melayu menjuarai penagihan dadah,
Isu Melayu  memberi dan mengambil rasuah,
Isu Melayu  menjuarai pengangguran,
Isu  Melayu yang keciciran,
Isu  Melayu merempit di jalanan,
Isu  Melayu  menjuarai dunia hiburan,
dan
Isu Melayu taksub percaya ilmu hitam dan hantu syaitan.

Renungkanlah;
Kalau bukan kita, yang menyelesaikan masalah Melayu,
Siapakah pula ?
Kalau bukan sekarang kita, yang menyelesaikan masalah Melayu, 
Bilakah lagi ?
Kalau bukan di Tanah Melayu, kita menyelesaikan masalah Melayu, 
Di Manakah pula ?
Kalau poliTIKUS kita sendiri tidak boleh diharapkan lagi,
Siapakah pula hendak kita harapkan kini ?
Melayu...Islam...apa yang akan terjadi ? 


Renungi dan amatilah pertanyaanku ini yang tiada erti sempadan
sesungguhnya
kekalutan dan kekusutan ini sudah pun lama diam terpendam
yang kini terlerai  menuntut, menagih
genggamannya sebuah jawaban dan peradaban.
                                                    

nur_emyinda12 - 

Thursday, December 29, 2011

Sebuah  dedikasi  buat kerabat familiku di  Istanbul...

Ramadhan - cinta dan kekasihku...

Masjid Biru - Turki
Di antara kudrat Tuhan Yang Esa
Dia menciptakan kita yang bernama manusia
Sebagai khalifah mentadbir  muka bumi ini
Juga sebagai hamba untuk berbakti dan berbudi
Ombak laut  biru dan badai yang menderu
Angin lalu yang menghembus sayu
Dedaun melayang berterbangan berserakan
Terkadang mengkhayalkan diriku ini
Terlupa aku pada Pencipta yang Esa
Yang senantiasa memerhati diriku
Di manapun jua diri ini pergi dan berada
Di mana pun jua diri ini singgahi
Jalan manakah pilihan untuk di tujui
Jalan yang lurus atau di jalan yang berliku
Oh Tuhan tunjukkanlah aku jalan kebenaran
Sesungguhnya aku tahu jalan bahagia
Pasti penuh onak dan ranjau berduri
Oh Tuhan berikan aku taufiq hidayah dan kekuatan
Untuk terus bermunajat  dan bermuhasabah diri  
Demi melangkah mengejar kebahgiaan dan ketenangan yang hakiki
Dengan bekalan setinggi harapan dan doa
Dengan ilmu duniawi dan akhirat yang sekelumit cuma ini
Aku memohon restu untuk mendapat keredhaan dari Mu
Sanggup ku tempuhi ranjau yang penuh berliku
Selamatkanlah diriku ini dari siksaan api neraka Mu
kerana sesungguhnya aku tahu yang aku tak layak ke syurgaMu 
Malah aku juga tak sanggup ke nerakaMu itu
Ya Tuhan...tanpa keberkatan dan rahmat kasihMu 
Siapalah aku di bumi ciptaanMu...
Kini kesedihan bercampur ria
Aku harus mensyukuri lagi
Alhamdulillah...Alhamdulillah...Alhamdulillah
aku masih diberi kesempatan menunaikan tanggungjawabku
Beramal bersedekah sebanyak termampu di Ramadhan kali ini
Kini ia kian berlalu pergi...menyapa Syawal yang bakal menjengah nanti 
Ya Tuhan...aku bermohon sepenuh ikhlas di hati
Mudah2an esok aku diberikan kesempatan untuk bertemu Ramadhan lagi...

nuremyinda12:29082011 di ambang 1 Syawal 1432H

Wednesday, December 28, 2011

Kita  yang  bernama  manusia...




sebuah mentari
selautnya cahaya
imbasannya pasti
menerangi bumi kita

sebutir bintang
nun jauh berkerlipan 
kelip kerdipannya
pasti siapa jua akan teruja

namun
kita yang bernama manusia
kekadang ada yang  terlupa
asal usul dirinya
kerana fitrahnya kejadian kita
punya minda yang seketika leka dan alpa
tergoda terpesona hebatnya kita
lantaran kaya dan berkuasa
walaupun hanya sekejap cuma
menyinggah 
di dunia yang fana...  

 nuremyinda12


...i simply love this  song and the very meaningful lyrics...